Pemburuan satwa liar masih saja kita temukan meskipun dalam keadaan pandemi saat ini. Yang terbaru, seorang pria di Kalimantan Tengah ditangkap pihak kepolisian karena telah membunuh bekantan yang merupakan satwa langka dan dilindungi.

Meskipun tidak dapat keluar rumah untuk melakukan penjagaan dan pencegahan, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk membantu satwa langka tanpa harus keluar rumah.

Cara ini kita lakukan agar setelah pandemi berakhir, kita masih bisa bertemu dengan satwa-satwa langka dan dilindungi tersebut.

Donasi Kepada Organisasi Pelindung Satwa

Cara paling sederhana dan mudah dilakukan adalah berdonasi. Kamu bisa lakukan donasi ke organisasi pelindung satwa di daerah ataupun secara nasional. Akan tetapi, pastikan dahulu organisasi itu resmi dan dibawah payung hukum bukan organisasi “abal-abal” yang memanfaatkan keadaan.

Donasi ini nantinya akan bermanfaat dalam pencegahan dan perlindungan satwa. Mulai dari renovasi tempat perlindungan, makan dan minum serta kampanye perlindungan satwa langka.

Kurangi Penggunaan Kertas

Kertas mungkin akan sangat susah dijauhkan dari kehidupan. Akan tetapi, kita juga harus memikirkan bahwa kertas terbuat dari pohon yang merupakan tempat tinggal beberapa satwa langka.

Ketika tempat tinggalnya mulai dirusak untuk kepentingan kita, maka satwa-satwa ini akan cepat mati ataupun pindah ke perkotaan yang akhirnya mudah diburu oleh manusia. Jika memang sangat dibutuhkan, sampah dari bahan kertas bisa kita jual ataupun berikan ke pihak pengelolah sampah terdekat agar bisa didaur ulang.

Belajar Memilah Sampah

Memilah sampah merupakan salah satu cara yang baik dilakukan untuk melindungi satwa terutama sataw langka di luar sana. Kita tidak tau dimana nantinya sampah yang kita buang akan bermuara.

Oleh sebab itu, baiknya pilahlah sampah sesuai dengan jenisnya agar tidak tercampur dengan jenis lainnya yang justru mengancam nyawa satwa tersebut. Beberapa contoh jenis sampah yang dapat membahayakan hewan di luar sana seperti kaleng bekas cat, make up, dan lainnya yang mengandung bahan kimia berbahaya (limbah B3).

Pemanfaatan Sampah

Saat pandemi ini berlangung, Indonesia terus melakukan kampanye #DiRumahSaja. Hal ini membuat ibu dan anak lebih aktif untuk memasak bersama dan tentunya menimbulkan tumpukan sampah organik.

Sampah jenis organik seperti bekas makanan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk untuk tanaman. Tidak hanya sampah organik, sampah jenis anorganik seperti kertas, botol dan lainnya bisa kita manfaatkan untuk dibuat Kreasi DIY.

Dengan memanfaatkan, sampah yang dibuang nantinya akan lebih sedikit dan tentunya akan berdampak positif terhadap lingkungan tempat tinggal satwa terutama yang dilindungi.

Kampanye di Media Sosial

Cara terakhir dan tanpa harus keluar rumah adalah dengan kampanye di medsos. Kamu bisa memulai kampanye mengenai perlindungan lingkungan dan satwa langka. Diharapkan orang-orang di sekitar kamu akan tertarik dalam menjaga satwa.

Selain itu, kamu juga bisa membuat postingan yang berisi pengetahuan mengahapa harus menjaga satwa langka saat ini. Kampanye seperti ini merupakan langkah paling mudah untuk membuka kesadaran masyarakat terutama anak muda dalam perlindungan satwa langka dan ekosistemnya.

Bagaimana, mudah bukan? Semuanya bisa kamu lakukan tanpa harus keluar rumah dan tentunya telah mengikuti protokol kesehatan yang dilaksanakan saat ini di Indonesia.

Jika produksi sampah di rumah cukup tinggi, kamu bisa coba manfaatkan sampah tersebut menjadi uang. Bagaimana caranya? Gunakan aplikasi Pemol – Pilah Sampahmu!

Aplikasi ini memungkinkan kamu untuk menjual sampah daur ulang dan dijadikan uang. Jika ingin melakukan donasi, uang tadi bisa kamu donasikan kepada organisasi perlindungan satwa setempat. Coba aplikasi Pemol sekarang juga!


Referensi
Hipewee : 5 Cara untuk Bantu Satwa Langka Tanpa Meninggalkan Rumah. Tepat Dilakukan Saat Physical Distancing
AntaraNews : Polisi tangkap pelaku pembunuhan satwa dilindungi

Gambar : Unsplash @franganillo