Wabah Covid-19 ataupun Corona masih terus meningkat di Indonesia. Hingga Minggu (29/3) lalu, tercatat sekitar 1285 orang yang telah positif, 114 orang meninggal dan 64 orang sembuh. Penyebaran virus ini pada dasarnya memberikan dampak negatif bagi seluruh kalangan masyarakat. Namun yang menarik, wabah Covid-19 ini justru memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pembatasan aktivitas masyarakat melalui Social Distancing dan Work From Home sepertinya memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan. Hal ini semata-mata menunjukkan bahwa manusia memiliki peran paling penting terhadap lingkungan.

Berikut beberapa bukti yang menunjukkan bahwa bumi sedang mengalami pemulihan di tengah wabah Covid-19 yang merugikan masyarakat.

Polusi Udara Global Menurun

Polusi  Udara Menurun di Tengah Covid-19
Citra satelit Copernicus Sentinel-5P milik ESA dari langit di Italia Utara, menunjukkan penurunan polusi udara secara drastis setelah Italia menyatakan lockdown karena wabah pandemi virus corona, Covid-19 (Gambar: Kompas.com)

Saat beberapa negara melakukan Lockdown, melalui citra satelit terlihat bahwa tingkat polusi mengalami penurunan. Hal ini terjadi di beberapa negara seperti China dan Italy yang menerapkan Lockdown.

Dilansir dari Kompas.com (17/3), para astronomo yang menggunakan Tropomi pada satelit Copernicus Sentinel-5P mengambil gambar permukaan Bumi yang diambil dari 1 Januari hingga 11 Maret 2020. Terlihat bahwa terjadi penurunan nitrogen dioksida yang menjadi emisi gas buangan kendaraan bermotor dan asap industri.

Emisi gas buangan inilah yang menjadi penyebab polusi di udara. Selain itu, kesehatan masyarakat akan terancam ketika jumlahnya semakin memburuk layaknya kasus asap di beberapa daerah.

Lapisan Ozon di Atmosfer Membaik

Ilustrasi Ozon
Ilustrasi Ozon (Gambar: Viva.co.id)

Selain emisi gas yang dihasilkan dari kendaraan bermotor dan pabrik industri, langkah pencegahan penyebaran Covid-19 justru memberikan dampak baik terhadap lapisan ozon di atmosfer. Ketika lapisan ozon membaik maka penyerapan terhadap radiasi ultraviolet matahari dan benda luar angkasa yang berbahaya dapat berlangsung optimal pula.

Dilansir dari situs IndoZone.id (27/3) lalu, data dari pengamatan satelit dan simulasi iklim di University of Colorado menunjukkan ada perubahan pola angin terkait dengan pemulihan lapisan ozon yang selama ini sudah berlubang.

Pemulihan lapizan ozon dapat memberikan pengaruh terhadap suhu atmosfer, curah hujan, suhu laut dan konsentrasi garam. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa kondisi bumi sedang membaik.

Pada dasarnya beberapa bukti di atas tidak menunjukkan spesifik apakah kebijakan dalam menangani Covid-19 secara Global dapat memberikan efek positif terhadap lingkungan ataupun bumi. Satu hal yang pasti, pembatasan yang dilakukan telah mengurangi emisi gas buangan dari kendaraan bermotor dan pabrik industri.

Jika hal ini terus berlanjut ketika wabah Covid-19 berakhir, maka masalah lingkungan seperti Global Warming dapat diatasi secara alami. Bukti ini menjadi pertanda paling konkrit bahwa manusia memegang peran penting dalam menjaga lingkungan dan bumi.